17 Juni 2013

Perayaan Maulid Nabi



Muludan adalah salah tradisi yang seringkali diselenggarakan oleh masyarakat Muslim untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.  Sebagian orang Sunda Muslim menyebutnya Muludan atau Maulidan merujuk pada Maulid (hari kelahiran) Nabi Muhammad SAW. Kelahiran Nabi Muhammad SAW diyakini pada tanggal 12 Rabi’ul Awal kalender Hijriyah. Namun orang Sunda-Muslim menyebut bulan ini dengan sebutan bulan Mulud, karena terkait dengan kelahiran Nabi.

Pada sebagian kalangan Sunda Muslim, bulan Mulud termasuk salah satu bulan yang memiliki makna, arti, dan posisinya tersendiri, yakni sebagai bulan yang agung atau bahkan suci, di samping bulan suci lainnya, yakni bulan Muharram, Ramadhan, Rajab, dan Rayagung (Dzul Hijjah).

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pengurus DKM Masjid Al-Istiqomah, Kp. Kepandean Rw 06/keagungan Kota Serang, telah mengadakan acara Siraman Rohani dengan tema “Kita aktualisasikan nilai-nilai uswatun hasanah dalam kehidupan sehari-hari”. Yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan mengingatkan kembali tentang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan bagi umat islam,Rabu 30 januari 2013.

Menurut bapak H. Muchtar Fauzi selaku ketua DKM masjid Al-Istiqomah perayaan ini merupakan agenda tahunan dimana dapat mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang hari kelairan Nabi Muhammad SAW, “Bagaimanapun juga beliau adalah Rasullah panutan kita semua sebagai umat islam yang membawa kita dari zaman jahiliyah kepada zaman yang terang menderang” ujarnya. Selain itu acara ini dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan yang membawa dampak baik dan dapat mencontohkan pada kehidupan berumah tangga serta bermasyarakat dalam kehidupan sehari-hari, “karena akhlak Rasullah itu seperti Al-Qur’an yang mempunyai sosok sempurna di hadapan Allah SWT” tambahnya.

Muludan yang identik dikenal dengan “panjang mulud’ menjadi tradisi turun temurun, hal tersebut diadakan pertama kali oleh kesultanan Maulana Yusuf putra Sultan Maulana Hasanudin Banten, memang terdapat ciri khas di berbagai tempat lainnya dan di Banten itu sendiri merayakan muludan dengan membaca shalawat serta dzikir intinya semua itu dilakukan untuk mengagungkan Rasullah. Hal ini menjadi budaya di Banten karena tidak bertentangan terhadap ajaran-ajaran agama islam, selain itu hikmat dari perayan ialah mengetahui dan mengingatkan pada masyarakat mengenai sosok Nabi Muhammad SAW.

Pada hari minggu tanggal 03 februari 2013 yang lalu juga dilaksanakan  acara dzikir yang dihadiri hampir seluruh warga lingkungan Kepandean RW 06 dan warga sekitar RW 06 hingga penuh sesak. Acara yang dimulai pukul 10 pagi dan dipimpin langsung oleh Ust. Hamidi ini berjalan dengan lancar dan hikmat. Panjang pun tak ketinggalan untuk memeriahkan acara mulud tahun ini, terlihat belasan panjang pun dipamerkan dihalaman Masjid Al-Istiqomah. Setelah acara dzikir berakhir ditutup dengan acara riungan,  pada acara riungan ini terlihat ke akraban yang kental antara warga Lingkungan Kepandean RW 06 dengan warga lainnya.


Keunikan pada acara tahun ini terletak pada waktu berlangsungnya acara yaitu dua hari, adapun perbedaan perbedaan tahun ini dengan tahun yang lainnya tergantung dari bagaimana dana yang dimiliki dan partisipasi masyarakat maupun donatur lainnya. “Apabila tahun depan kita memiliki dana yang lebih dari ini, kita akan buat acara yang lebih meriah dari ini”. Ujar Bambang Arsad (wakil ketua RW06). Hingga acara selesai, ketertiban masih terlaksana dengan baik dan panitia tidak menemui kendala yang cukup sulit.(CBY)