Muludan
adalah
salah tradisi yang seringkali diselenggarakan oleh masyarakat Muslim untuk
memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagian orang Sunda
Muslim menyebutnya Muludan atau
Maulidan merujuk pada Maulid (hari kelahiran) Nabi Muhammad SAW. Kelahiran
Nabi Muhammad SAW diyakini pada tanggal 12 Rabi’ul Awal kalender Hijriyah.
Namun orang Sunda-Muslim menyebut bulan ini dengan sebutan bulan Mulud, karena terkait dengan
kelahiran Nabi.
Pada
sebagian kalangan Sunda Muslim, bulan Mulud
termasuk salah satu bulan yang memiliki makna, arti, dan posisinya
tersendiri, yakni sebagai bulan yang agung atau bahkan suci, di samping bulan
suci lainnya, yakni bulan Muharram, Ramadhan, Rajab, dan Rayagung (Dzul Hijjah).
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi
Muhammad SAW pengurus DKM Masjid Al-Istiqomah, Kp. Kepandean Rw 06/keagungan
Kota Serang, telah mengadakan
acara Siraman Rohani dengan tema “Kita aktualisasikan nilai-nilai uswatun
hasanah dalam kehidupan sehari-hari”. Yang bertujuan untuk mempererat tali
silaturahmi dan mengingatkan kembali tentang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai
suri tauladan bagi umat islam,Rabu 30 januari 2013.
Menurut
bapak H. Muchtar Fauzi selaku ketua DKM masjid Al-Istiqomah perayaan ini
merupakan agenda tahunan dimana dapat mengingatkan kembali kepada masyarakat
tentang hari kelairan Nabi Muhammad SAW, “Bagaimanapun juga beliau adalah
Rasullah panutan kita semua sebagai umat islam yang membawa kita dari zaman
jahiliyah kepada zaman yang terang menderang” ujarnya. Selain itu acara ini
dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan yang membawa dampak baik dan dapat
mencontohkan pada kehidupan berumah tangga serta bermasyarakat dalam kehidupan
sehari-hari, “karena akhlak Rasullah itu seperti Al-Qur’an yang mempunyai sosok
sempurna di hadapan Allah SWT” tambahnya.
Muludan
yang identik dikenal dengan “panjang mulud’ menjadi tradisi turun temurun, hal
tersebut diadakan pertama kali oleh kesultanan Maulana Yusuf putra Sultan
Maulana Hasanudin Banten, memang terdapat ciri khas di berbagai tempat lainnya
dan di Banten itu sendiri merayakan muludan dengan membaca shalawat serta
dzikir intinya semua itu dilakukan untuk mengagungkan Rasullah. Hal ini menjadi
budaya di Banten
karena tidak bertentangan terhadap
ajaran-ajaran agama islam, selain itu hikmat dari perayan ialah mengetahui dan
mengingatkan pada masyarakat mengenai sosok Nabi Muhammad SAW.
Pada hari
minggu tanggal 03 februari 2013 yang lalu juga dilaksanakan acara dzikir yang dihadiri hampir seluruh
warga lingkungan Kepandean RW 06 dan warga sekitar RW 06 hingga penuh sesak.
Acara yang dimulai pukul 10 pagi dan dipimpin langsung oleh Ust. Hamidi ini
berjalan dengan lancar dan hikmat. Panjang pun tak ketinggalan untuk
memeriahkan acara mulud tahun ini, terlihat belasan panjang pun dipamerkan
dihalaman Masjid Al-Istiqomah. Setelah acara dzikir berakhir ditutup dengan
acara riungan, pada acara riungan ini
terlihat ke akraban yang kental antara warga Lingkungan Kepandean RW 06 dengan
warga lainnya.
Keunikan
pada acara tahun ini terletak pada waktu berlangsungnya acara yaitu dua hari, adapun
perbedaan perbedaan tahun ini dengan tahun yang lainnya tergantung dari
bagaimana dana yang dimiliki dan partisipasi masyarakat maupun donatur lainnya.
“Apabila tahun depan kita memiliki dana yang lebih dari ini, kita akan buat
acara yang lebih meriah dari ini”. Ujar Bambang Arsad (wakil ketua RW06).
Hingga acara selesai, ketertiban masih terlaksana dengan baik dan panitia tidak
menemui kendala yang cukup sulit.(CBY)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar